•  
  • bandungkabmozaik.com
Rabu, 08 Juni 2011 - 09:47:05 WIB
"Jejak" Raja Hayam Wuruk Ditemukan di Majalaya
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Budaya - Dibaca: 8533 kali

KECAMATAN Majalaya di Kab. Bandung ternyata menyimpan sejarah tentang Kerajaan Majapahit. Daerah yang selama ini dikenal sebagai Kota Dolar karena menjadi sentra industri ini diduga pernah menjadi tempat pengasingan Raja Majapahit, Hayam Wuruk.

Dugaan tersebut didasarkan pada penemuan mahkota Ulun Umbul di daerah Leuwidulang, Majalaya. Mahkota tersebut diduga milik Hayam Wuruk. "Mahkota Ulun Umbul ditemukan masyarakat sudah cukup lama. Untuk mengetahui sejarah dan keasliannya, kami telah mengirimkan foto mahkota ini ke Balai Penelitian Arkeologi," ujar Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Bandung, Dedi Sutardi kepada "GM" di ruang kerjanya, Selasa (7/6), Meurut Dedi, dari hasil penelitian diketahui mahkota bukan peninggalan Kerajaan Sunda melainkan kerajaan di Jawa. "Mahkotadiprediksi milik kerajaan di Jawa karena Kerajaan Sunda tidak menggunakan mahkota. Tapi untuk memastikan kerajaan mana, perlu ada penelitian lagi dari ahli sejarah dan arkeologi," katanya.

Meski belum dipastikan peninggalan kerajaan mana, lanjut Dedi, penuturan para tokoh dan sesepuh di Majalaya, mahkota ini diduga milik Raja Hayam Wuruk. Bahkan di Majalaya ada beberapa tokoh yang mengenal asal-muasal cerita tersebut, meski penyebarannya hanya dari mulut ke mulut. Cerita tentang Raja Hayam Wuruk sampai di Majalaya, bermula ketika Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 memerangi sejumlah kerajaan, termasuk Kerajaan Sunda untuk menguasai nusantara. Saat memerangi Kerajaan Sunda yang dikenal dengan Perang Bubat, Hayam Wuruk merasa bersalah telah menyerang Kerajaan Sunda. Dia berpikir untuk menaklukkan Kerajaan Sunda bukan lewat peperangan.

Ketika Kerajaan Majapahit mulai runtuh, untuk menghilangkan penyesalan ini Raja Hayam Wuruk mengasingkan diri di suatu daerah yang disinyalir sekarang disebut Majalaya.

Dalam pengasingan ini, Hayam Wuruk menjadi masyarakat biasa. Meski sudah tidak menjadi raja, namun jiwa dan pengabdiannya kepada tanah air tidak luntur hingga masyarakat menyebutnya Ulun Umbul. Makanya ketika mahkota milik Hayam Wuruk ini ditemukan, masyarakat menyebutnya mahkota Ulun Umbul.

Bukti lain adanya peninggalan Raja Hayam Wuruk di Majalaya adalah situs Batu Talun. Menurut cerita Batu Talun adalah batu tempat Raja Hayam Wuruk dan Putri Diah Pitaloka menyembah.

Lebih lanjut Dedi menuturkan, Pemkab Bandung menjaga agar mahkota Ulun Umbul tidak hilang atau rusak, walaupun sekarang disimpan masyarakat. (dadang setiawan/"GM")**



89 Komentar :

pantun nasehat orang tua
02 Maret 2012 - 20:08:54 WIB

thanks bgt utk infonya... salam
pantun jenaka
04 Maret 2012 - 20:51:22 WIB

Ini merupakan informasi yang bagus dan bermanfaat, trims udah berbagi
acep suherman
02 Juli 2012 - 21:11:42 WIB

mau lihat dimana tempat penyimpanan mahkotanya pa. terima kasih
Aep saefulloh toto
02 Mei 2013 - 01:11:53 WIB

Mantap juga kampung kelahiran ternyata menyimpan sejarah yg begitu penting,,pernah di singgahi raja yg sangat termashur di indonesia..
amelia putri
27 Mei 2013 - 18:48:58 WIB

baca sejarah ini, jadi pengen pake mahkotanya .
gpp dong yaa aku pinjem pake mahkotanya dulu :D hihi
yogi prayuda
27 Mei 2013 - 18:51:35 WIB

majalaya mah skrg banyak banjirrrnya aja (n)
omon sutisna
27 Mei 2013 - 18:56:37 WIB

haduh andai kn jaman dulu mungkin majalaya memang indah, tapi nyata nya sekarang majalaya banyak gembel nya, pasar semeraut,tai kuda d mana mana,banjir terus lurah sekarang tidak mementingkan masarakat,hanya mementingkan keluarga nya dan pribadi nya weeeeeeeeeew ahhhhhh tah hareupeun imah maneh lurah banjir trus
husen estrada
12 Juli 2013 - 13:54:25 WIB

percaya baelah
babon sandi
22 Juli 2013 - 12:44:21 WIB

haduhhhhh,,,majalaya sugan teu kieu,,saya senang lahir di majalaya mah euy,,,,

orang majalaya boga lakonnn.

ayuni prihartini
15 Agustus 2013 - 13:50:11 WIB

ih jadi pengen ke majalaya

<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 9 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)